Laut Tawar, Suatu Ketika

Masih kau bacakah langkah kita yang dingin
Suaraku yang parau
Memanggilmu di kejauhan

Suara angin saat itu adalah kabar buruk
Tentang kepergianmu
Hingga sejarah di kota itu memudar
Dalam angan yang tak sampai

Masih kau lihatkah potret kita
Di dinding bukit
Antara keasingan dua pulau dan dengus nafas
Yang kacau
Menyergap sungai peusangan
Di mana gairah langit memudar

Selanjutnya kita sama maklum
Memyambut simponi pagi dengan senyum orang lain
Fajar yang bergaris di timur cahaya mata kita
Mengabur di cermin

Masih terdengarkah nyanyian musim
Di kesunyian danau
Setelah segalanya tuntas tanpa sisa
Surat-surat kubaca berubah makna

Kita masih perlu bertanya
Pada tiap cuaca
Yang selalu muncul tanpa berita.

Takengon, 1994
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Laut Tawar, Suatu Ketika
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi Karangan K.H. A. Mustofa Bisri

Post A Comment:

0 comments: