Lelaki di Jendela

Ada lelaki setengah tua tertegun di jendela
tatapannya lumpuh, angin menyapu gurat nan gelisah
di setiap jengkal pandang hanya degup jantung berkisah kesiaan
dan ia meludahi hari, tapi hari menyambutnya dengan nyanyian

Karang terjal tepi laut yang tak mengeluh dihempas gelombang
dan ombak pasang adalah lelaki
batu-batu ditimpa air terjun lembah senyap sepanjang musim
adalah lelaki
bebutir pasir disengat terik matahari gurun adalah lelaki
trotoar penuh lubang dipercik air sehabis hujan lebat adalah lelaki
sebuah kereta tua yang mengulangi stasiun adalah lelaki

Lelaki setengah tua tersenyum
meninggalkan jendela
ingin menjambak matahari.

Payakumbuh, Februari 2005
Puisi: Lelaki di Jendela
PuisiLelaki di Jendela
Karya: Iyut Fitra

Post A Comment:

0 comments: