Luka yang Dititipkan

- Cerita seorang ibu yang menemukan rumahnya
sehabis tawuran massal

Suatu hari, entah kapan, kau tatap lagi rumah itu
bagai menyusuri sebuah masa silam yang jauh -
anak-anak bergurau di beranda, dan kau adalah
isteri paling setia.

Pertengkaran itu telah merenggut cinta satu-satunya
juga ruang tempat memikirkan sekolah anak-anak
sambil melewati hari-hari yang galau - hidup menjadi
malam paling sunyi.

Wahai langit, hijaulah, katamu, agar aku bisa
menjahit kembali kulitmu yang sobek, terkena batu-batu
yang dilemparkan dari dendam paling dalam
matahari tak lagi berarti buat mengeringkan sebuah luka

Ya. Sebuah luka - yang dititipkan entah oleh siapa
dan kita telah membuatnya kembali berdarah.

Jakarta, 8 Juni 2000
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Luka yang Dititipkan
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi K.H. A. Mustofa Bisri
Loading...

Post A Comment:

0 comments: