Menabung Sunyi

Jangan
kau rusak
garis dalam gambarku. Membelah
batu melawan angin menabung sunyi
di jiwa sepi.

Jangan
kau rusak
garis dalam gambarku. Di tepian
kali angin menggulung pucuk
rambut-gigilnya menggigit
tulang.

Jangan
kau rusak
garis dalam gambarku. Apalagi
membasuh mata yang telah kering
dengan api.

(Matamu adalah mata Tuhan yang sempurna, ah!)

Tokyo, 2015
Puisi: Menabung Sunyi
Puisi: Menabung Sunyi
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Rindu Jakarta

Post A Comment:

0 comments: