Nyanyian Kemiskinan

Angin
nelusup menoreh luka
dalam kabut nanar mata berpuluh rencong 
berhulu di dada. Artikulasi termiskinkan
lewat pemerolehan pikiran berserakan di jalan-jalan.

Angin
membahasakan doa pada kaki langit kehilangan
tepi. Sementara rindu belum terjerang di atas tungku.

(Aku laporkan segala resah mengunci jiwa).

Yogyakarta, 2009
Puisi: Nyanyian Kemiskinan
PuisiNyanyian Kemiskinan
Karya: Sulaiman Juned

Post A Comment:

0 comments: