Orang-orang Bukit Tui

Dalam lingkup kabut. Ia bukan orang selatan
yang memecah dan membakar batu kapur
antara rao-rao hingga tanah-hitam. Udara bercampur sengat asap
“Inikah Bukit Tui?”
Ia lihat wanita-wanita perkasa menantang peluh
barisan laki-laki penambang tak akan pulang sebelum petang
berjuang di antara lapar dan sesak napas
lembab gerimis tak reda-reda

Ketika hujan tumpah ruah. Ia tak sedang di telaga
tapi tahun 1987. Bulan Ramadhan yang menggamit lebaran
tanah bergulingan dari puncak bukit
pohon-pohon menghalau rumah-rumah dan sawah
lalu orang-orang bercerita di lepau-lepau
di lapangan bahkan surau
tentang seorang kakek tua yang berkunjung sebelum senja
tentang para pejudi yang tiada peduli tinggi hari
tapi ia hanya melihat bayangan cukong-cukong kayu yang bergegas
juga para penebang yang tertawa

Ia bukan pencari pakis dan rotan
tapi ia melihat di utara tambang tak lagi ada
Orang-orang Bukit Tui meninggalkan kampung entah ke mana
meninggalkan bukit cinta.

Payakumbuh, 2017
Puisi: Orang-orang Bukit Tui
Puisi: Orang-orang Bukit Tui
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Contoh Puisi karya Sendiri tentang Alam

Post A Comment:

0 comments: