Penumpang

Bukan tentang lengang. tapi perihal yang membuat mimpi terbelah
sebagaimana burung-burung seolah terusir karena pohon tinggal
canggah-canggah patah. maka berangkatlah!
jika tanah tinggal telah menggali kubur untukmu. dan kebun-kebun
kau tanam tak pernah berbuah. titipkan saja perpisahan pada tepian
bukankah pergi adalah gelang yang melekat di tangan lelaki

lalu berbondong-bondong lelaki pun pergi. memesan keberangkatan
menciptakan rantau atau tujuan. simpang-simpang, kedai kopi, stasiun,
juga terminal tengah malam. berangkatlah! sebagai penumpang
lupakan ayunan kanak-kanak yang masih tersimpan. lupakan musim kering
dan lapar yang liar. lupakan juga sengketa tapal-tapal. lupakan!
semakin jauh langkah terayun pergi semakin berarti seorang lelaki

bukan tentang lengang. tapi rantau telah dibangun dalam diri
dan mereka yang berangkat, adakah yang memesan tiket untuk kembali.


Payakumbuh
Januari, 2011
Puisi: Penumpang
Puisi: Penumpang
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Jatuh Cinta Pada Seseorang

Post A Comment:

0 comments: