Sesaat Maut

kamar ini sempit
menghimpit
di dinding ada potret tak jelas

terakhir kali ada cinta dan senyum
tapi semua duduk atas kekalahan
kalaupun ada kemenangan
itu hanya membuka kekalahan-kekalahan baru
sebab kamar ini sempit
menyempit
nyaliku ada di cengkramanmu
yang tahu nistaku
langit malam kerap menjerat
sehingga tak bisa menjerit

Mengabur segala
tidak tahu mana putih mana hitam
lilin sepermainan mata saja
dan aku seperti kau tinggalkan
Tuhan
ini adalah penyiksaan
sebab kamar ini sempit
padahal aku sedang berkemas
pada sebuah pertemuan
di suatu kesesakan
tak peduli apakah senyum dan cinta
masih semu

Di luar
purnama hampir penuh mungkin

Kamar ini sempit
di dinding ada potret tak jelas.

Yogyakarta, 1986
Puisi: Sesaat Maut
Puisi: Sesaat Maut
Karya: M. Nurgani Asyik

Baca juga: Kumpulan Puisi Roman Picisan tentang Bapak
Loading...

Post A Comment:

0 comments: