Sirompak Taeh

Sudahkah pukul dua belas malam?
yang tidur akan dibangunkan
maka laki-laki bergalembong hitam. matanya dingin
melihat jauh ke batas langit. dan suaranya pun berkuai
oi, ketiding rago-ragoan
ragoan setentang sudut dapur
kepinding tolong bangunkan. setentang nan kandung tidur
benang pun berpilin-pilin. gasing di kakinya berputar
pongangnya memecah malam. menembus gunung bungsu
adakah yang melintas?

Dialah gadis pekan
selimut putih terjela di tepi ranjang
angin menyusup. menggelitik dinding yang berdetak
siapa gerangan yang mengirim aroma kembang tengah malam

gasing kian meninggi. lengkingnya merompak dusun
kisah seorang pangeran yang disembilu hatinya
menabung cinta purba
berlari meninggalkan pekan. rampai, menyan dan kain putih
lalu bertaruh dalam kemarahan
oi, ketiding rago-ragoan
ragoan setentang sudut dapur
kepinding tolong bangunkan. setentang nan kandung tidur
bertempurlah. taruhkan rasa ngilu sampai ke ujungnya
penawar kan datang membuka pintu. menyelusup dinding
wahai, ini tengkorak pendekar ilmu hitam
bila meludah ia datang. mari bercinta di bawah bulan

gadis pekan rambut sepinggang
pelan-pelan mulai bernyanyi dan menari
jendela yang terbuka sebelah. langit-langit warna ungu
dikenakannya baju paling merah, gincunya basah
siapa engkau pemuja?
ketuklah pintu, jemput aku!

gasing genting makrifat sebentar cukup syarat
saluang digelitik segala lubang
dendang berayun
oi, ketiding rago-ragoan
ragoan setentang sudut dapur
kepinding tolong bangunkan. setentang nan kandung tidur
maka malam semakin cepat. pangeran menggigil dan berkeringat
putus! putus! gasing terpelanting
dan tunggulah orang-orang terbangun mendengar lintas
langkah
gegas
mengintip bilik-bilik perempuan

pintu terbuka di rumah gadis pekan
bersama lesat angin dituju aroma kembang tengah malam
dibawanya jantung, hati dan diri; ambillah!

dan di gunung bungsu, embun segera turun.
Payakumbuh, 2008


Sirompak Taeh: sebuah kesenian musik dari Negeri Taeh Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat
Puisi: Sirompak Taeh
Puisi: Sirompak Taeh
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Syair tentang Perempuan

Post A Comment:

0 comments: