Surat
(bagi Titin Istriku)

(Bagi bulan menanti matahari
dalam rindu-kangen tak berbatas).

Dik, ini surat kutulis
biar kau tahu kesetiaanpun harus dibeli
di sini siapa peduli pada rasa
tergagap mengucapkan kata
di sini siapa peduli pada hati
terbius aroma menggigilkan
di sini siapa peduli pada jiwa
terbungkus kabut rahasia
di sini siapa peduli pada kita
sunyi-sepi dalam keramaian
ketika membayang wajahmu
wajah kenangan. Lepaskan aku pergi
dengan segala puja bernama doa
wajah keikhlasan. Lepaskan aku pergi
dengan segala petuah bernama cinta
apalagi membayang saat bersama
meniti hari bernama kedamaian.

Dik, ini kutulis-ejakan nyanyian luka
sedang di luar kabut mengental. Menyusup nadi
bergantung di pucuk hati. Mengurung samudera pikiran
kemana tuangkan duka - tumpahkan gelisah
hingga gerimis tempias ke pipi;
o, hati yang resah bersabarlah
pucuk angin pasti membelai dada
o, hati yang gundah bersabarlah
sebentar lagi sabit pasti purnama.

(menjemput segala senyum di kening bulan).

Padang Panjang, 1997
Puisi: Surat
Puisi: Surat
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi buat Mama
Loading...

Post A Comment:

0 comments: