Takdir

Akulah yang termangu
Menyaksikan mawar dijilat petir
Dan merasakan keterpencilan
Dari tatapan betapa tabah

Di depan rumahku tumbuh sekuntum
Merahnya menyengat darah
Akulah yang termangu
Goyah atas hitam tanah pijakan

Tuhan
Aku merasakan sinar purnama
(Duh. Begitu tinggi)
Di manakah resah ini bersandar?

Banda Aceh, 1993
Puisi: Takdir
Puisi: Takdir
Karya: M. Nurgani Asyik

Baca juga: Kumpulan Puisi Bunda Terbaik

Post A Comment:

0 comments: