Takengon

Bagaimana
merenyahkan rindu-cinta
di hati sementara desir angin
terbelah dalam ayun raga.

Menunggu cahaya bulan-kabut malam itu
ah!

Bagaimana melupakan gigil bersemanyam di tubuh.

Bunuh aroma bunga kopi
melekat dalam pikir
ah!

Takengon, 2012
Puisi: Takengon
Puisi: Takengon
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Lingkungan Jakarta

Post A Comment:

0 comments: