Puisi: Yang Berjalan ke Dalam Kelam Karya: Iyut Fitra
Yang Berjalan ke Dalam Kelam

Kelak, bila suaraku tak lagi kau dengar
di rabun malam. di jalan-jalan sebelum menempuh kota
hanya kan terlihat para pengemis kecil meringkuk. meminta
bulan jatuh
atau bintang
untuk selimut dari takdir yang gigil
dan aku, adalah penyair gagal membaca peta negeri ini

Atau bila puisi-puisiku tak lagi menggetarkan jiwamu
karena sepanjang waktu kau lewati. hanya lagu-lagu muram
senandung bocah kehilangan angan. kehilangan rumah
dan harapan
tergadai dalam rusuh dan keruh
maka kata-kata
adalah serpih sesia teronggok di pinggir jalan

Saat kesepian saja bisa kau baca
mungkin aku. atau syair-syairku tengah berjalan
ke dalam kelam.

Payakumbuh, 2006
Puisi: Yang Berjalan ke Dalam Kelam
Puisi: Yang Berjalan ke Dalam Kelam
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami

Post A Comment:

0 comments: