Puisi yang Kujanjikan

Salman, di ketinggian
yang kita sebut sebagai kabut awan-awan merendah.
dingin lebih gigil dari pada sihir ada harum kopi dari rambutmu.
seakan bercerita tentang negeri di bawah bukit
yang tenggelam pada tahun-tahun silam.
menjadi barisan puisi-puisi ringkih
“tunggulah. kelak akan kusampaikan tentang mereka yang berlarian ke gunung-gunung,”
ucapmu ketika gerimis turun mengiris matamu,
Salman. tiada berbeda dengan tatapan Fikar, Mustafa dan Zuliana
sorotnya perih.
menyimpan gelap malam aku melihat jejeran rumah-rumah,
jembatan, bahkan mesjid rubuh satu-satu.
mengubur musim demi musim
membelah jalan-jalan tempat kekanak berkayuh sepeda
dan aku mencarimu di antaranya puisi cinta yang kujanjikan,
Salman juga tertimbun di pagi yang berguncang.

Payakumbuh, Desember 2016
Puisi yang Kujanjikan
Puisi: Puisi yang Kujanjikan
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Jatuh Cinta

Post A Comment:

0 comments: