Puisi: Seseorang yang Singgah Pagi Itu Karya: Iyut Fitra
Seseorang yang Singgah Pagi Itu

Ia pun singgah pagi itu. Di pundaknya terpanggul kisah-kisah peperangan sandiwara
lama. Kami jemu bila di panggung hanya ada tangis dan peluru
tak ada yang dapat kusuguhkan selain melati kembang tadi pagi
serta selembar potret kekasihnya yang dikubur
gelisah pun merapat. matahari serupa gontai
dari matanya mengalir cerita dusun-dusun terbakar. Juga isak perempuan
siapa bisa membaca peta ini? Garis-garis dari cinta
tapi mengapa orang-orang merebutnya dengan senjata?

Ia buka kain di tubuh yang ia sebut bendera. Dada yang tersingkap
bilur-bilur itu menyembul. Lukisan dari warna-warna kelam
dan ia pun bernyanyi. Tapi jelas bukan nyanyian tentang kedamaian
dan ia pun menari. Tapi juga bukan tarian tentang kekasihnya yang mati
ia tak menangis. Hanya pagi itu langit menjadi mendung
lalu hujan. Lalu ia menempuhnya sebelum sempat kuucap selamat jalan.

Payakumbuh, Agustus 2012
Puisi: Seseorang yang Singgah Pagi Itu
Puisi: Seseorang yang Singgah Pagi Itu
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: