Kadang

Kadang begitu seringnya
ciuman letih pada bibirmu
menghabiskan tetes demi tetes air matanya sendiri
dan kenangan lain yang lebih sedih mekar karenanya

Daging bagai retasan-retasan arang oleh api
tapi toh seakan abadi
Dan mereka yang menganggapnya tak abadi
karena cemas akan cintanya sendiri

Begitu diambilnya langkah: Ia seperti setangkai api
Pada sehelai kertas yang baru dituliskan

Seseorang atau entah rangkulan yang menggetarkan
mengambil getaran itu lagi
dan aku adalah getaran itu sendiri.

1971
Puisi: Kadang
Puisi: Kadang
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami

Post A Comment:

0 comments: