Senja

Di antara halimun bersungkup. Dan jalan-jalan lengang tertutup gerimis. Adakah kaulihat pelangi melengkung? Ayun warna itu pernah membelai senja yang singkat di degup kita aku suka biru, seolah terasa lembah dan tenang. Di kesiurnya berubung capung dan burung berputar-terbang berendahan, mereka membawa musim arbei dan galah, katamu dengan mata bermanik. Kurasa ada kapal kecil tengah terapung dan berlayar entah ke mana. Sedikit ombak dan riak, selayang gelombang juga bimbang. Kulepaskan juga senyum untukmu. Meski tak kukatakan bahwa aku lebih suka warna ungu.

Pada senja yang lain aku di tepi pantai. Laut masih begitu biru. Langit juga begitu. Perahu-perahu nelayan yang berangkat. Lampu redup kedap-kedip. Ada dua tiga camar masih beriangan. Aku merasa tengah menunggu. Mungkin sebuah kapal kecil menuju pantai dengan tiang bergoyang-goyang. Bersama layar terkembang lebar. Dan di atasnya berdiri manja seorang perempuan senja. Bertatap sendu berselendang biru. Tapi tak akan kusampaikan padanya tentang aku yang lebih suka warna ungu.

Payakumbuh, 2009
Puisi: Senja
Puisi: Senja
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Berjudul Ibu

Post A Comment:

0 comments: