Puisi: Yang Hilang di Musim Badai Karya: AA Manggeng
Yang Hilang di Musim Badai

Aku cari engkau saudaraku
yang sudah lama tidak kembali
Apakah musim badai tanah rencong ini
telah mendekapmu di penjara-penjara rahasia?

Suara tidak selalu menjadi kata, saudaraku
untuk itu ingin aku pastikan nurani
atas kehilanganmu
Apakah engkau mendengarnya
dari sukma bumi
yang bernafaskan air mata

Saudaraku,
cahaya kunang-kunang
memberi isyarat duka cita
atas kepergianmu
Jangan kuburkan kebenaran, saudaraku
hanya karena paksaan
bersuaralah meskipun tak jadi kata
kami mendengarnya di musim gugur daun-daun muda
berumahkan pepohonan tumbang
yang tercerabut akarnya

Pastikanlah saudaraku
jika engkau bersama Tuhan
menunggu pengadilan akhir riwayat
tinggal risau kami di jalan-jalan penuh gelagat
saat manusia memutuskan keadilan di meja hijau
adakah suaramu bergema dari kubur rahasia?
sebab ada pertanyaan yang belum terjawab:
“berapa harga kemerdekaan dibanding nyawa?”

Aceh, 1999
Puisi: Yang Hilang di Musim Badai
Puisi: Yang Hilang di Musim Badai
Karya: AA Manggeng

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami

Post A Comment:

0 comments: