Puisi: Dzikir Gus Miek Karya: Abdul Wachid B. S.
Dzikir Gus Miek

“tidak ada hari esok yang
tidak dimulai dengan puasa”
demikianlah gus miek berkata
di atas selembar daun, seseorang

bersujud bagai lebah
menyerap atau terserap oleh semesta cinta
dan cerita itu pun menjadi nyata
di mata kita yang berprasangka baik, sungguh

batas antara neraka dan surga cuma
setitian rambut dibelah tujuh
tetapi jarak antara aku dan dia mungkin saja
dipisahkan oleh jendela yang

ditandai sebagai hati
ternyata aku keluar masuk lewat jendela itu
bagaimana mungkin aku akan leluasa
meloncati jendela itu jika tambun perutku?

maka ketika malam kekasih menjaga mata
agar hidup tidak kantuk abadi
maka jika siang kau kosongkan lambung
agar hidup tidak limbung

tidak ada hari esok yang
tidak dimulai dengan puasa
demikianlah gus miek cerita
di atas selembar daun, sujud pun fana

sehingga dunia tetaplah berjaga
dari bencana.

Yogyakarta, 26 juli 2012
Puisi: Dzikir Gus Miek
Puisi: Dzikir Gus Miek
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu
Loading...

Post A Comment:

0 comments: