Prelude

(I)
Di atas laut. Bulan perak bergetar
suhu pun melompat
Di bandar kecil itu. Aku pun dapat
menerka. Seorang pelaut mengurusi jangkar

(II)
Siapakah bertolak bersama pelaut-pelaut itu?
angin senja dari benua. Sesekali suara sauh
Siapakah yang berseru bersama pelaut-pelaut itu?
langit yang biru, bisik-bisik. Sesekali bayang-bayang negeri jauh

(III)
Dua nelayan Madura terjun ke sampannya
angin tak menyuruh mereka, dingin yang baja
seperti kata nenek moyangnya, mereka lepaskan mantera
seperti kata nenek moyangnya, engkau hanya menawarkan angin utara

(IV)
Angin akan kembali dari bukit-bukit, menyongsong malam hari
atau yang tidur siang hari, yang kedengaran membetulkan kemarau
angin yang tahu, seperti engkau, ke mana arah musim ini mati
ke laut: membujuk-bujuk nelayan. Suara yang lirih sesekali.

Puisi: Prelude
Puisi: Prelude
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu Singkat

Post A Comment:

0 comments: