Puisi Puasa

pohon yang seperti khuldi itu, mengapa
di tiap detak puasa dia justru menegak
sedangkan matahari maghrib masih jauh
seorang lelaki yang tujuh tahun bersimpuh

di bawah pohonnya yang tidak rimbun
reranting mengering dibakar keinginan yang
tidak pernah sampai kepada basah akar
sedangkan dia sudah terlalu parah oleh tuak membakar

tetapi, di suatu pagi menjelang subuh
ada yang bergerak-gerak dari dahan-dahan pohon
padahal angin belum menyapa di dini hari itu
lalu, darimana datangnya gerakan?

apalagi ketika adzan duhur mengaura dari menara
angin dan pohon ini sama-sama kencangnya
berkesiur kemari ke sana mencari pemuja cintanya
yang selama ini dianggurkan, dan putus-asa

teringatlah dia kepada penyair raja daud
dengan 99 perupamaan dombanya
dan the king of salomon dalam bible
dengan 700 keluarganya dari berbagai negeri

pohon yang seperti khuldi itu, mengapa
di tiap gerak puasa dia justru menegak
sedangkan perempuan penyiram ladang itu masih jauh
seorang lelaki yang tujuh tahun bersimpuh

kini dia bertakbir
mengacungkan
alif
yang tidak terbilang jumlahnya!

Yogyakarta, 17 Agustus 2012
Puisi Puasa
Puisi Puasa
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: