Pulang
(- bagi penyair Mustafa Ismail)

Sudah waktunya kita pulang. Mengetuk
pintu menata pekarangan rumah dengan cinta
gerimis masih mengurung perjalanan.

Sudah waktunya kita pulang. Mengusir
pipit sedang makan padi muda agar tak menghitung
nama-nama di koran pagi dalam warung kopi. Lalu
menggantikan dengan pertunjukan seudati selepas panen.

Sudah waktunya kita pulang. Rakyat
di kampung menjawab keraguan sendirian. Kita
harus menggantikan warna hitam jadi putih antar ke pintu surga
(mari jemput waktu agar abadi segala kisah).

Padang, 2001
Puisi: Pulang
Puisi: Pulang
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Contoh Sajak dan Puisi

Post A Comment:

0 comments: