Surat atas Hidup

Setiap darahmu menyambar api dan tarian ini harus dimulai
Larasmu ombak wirasamu karang dan guru lagumu badai
Bulan terang atas pelabuhan yang dulu tenang dan sangsai

Kapal, tapi ke benua manakah kau akan berlayar?

Yang mengirimmu musim panas di gurun
Ketika terik jadi kaktus
Ada tik-tok jam yang tak pernah putus
Ada madu yang belum pernah kau kecup
Ada sungai
Hitam seperti darah dan merah seperti anggur
Sepucuk surat dari yang menunggu:
Hiasilah kehampaanmu dengan tawa!

Puisi: Surat atas Hidup
Puisi: Surat atas Hidup
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami

Post A Comment:

0 comments: