Biji

Biji cinta yang dipatuk oleh burung itu terjatuh di
sebuah taman
ketika kau aku saling pandang berlama-lama
setelah pencarian bertahun-tahun melewati lembah dan
gurun
akhirnya kau aku kejatuhan lagi biji cinta itu
bertemu di sini, di sebuah taman lain
biji cinta itu lekas-lekas mengubah dirinya menjadi
sebatang pohon yang
disuburkan oleh musim hujan dan
nafas kau aku yang begitu gemuruh
ketika terik matahari pohon itu memberi kesejukan
ketika hujan setidaknya ia tidak menjadikan kau aku
lapuk
dan ketika malam purnama ia memberi ruang kau aku
untuk bercinta
tetapi... tetapi...
kau aku lupa siapa pemilik taman ini?

Yogyakarta, 29 november 2013
Puisi: Biji
Puisi: Biji
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: