Puisi: Gendam Gerimis Karya: Abdul Wachid B. S.
Gendam Gerimis

Jalan itu, taman-taman, tiap perhentian
: Kau dan aku
Gubuk di sawah itu, rumputan, tiap bebatuan
Kata-kata dan percintaan
Saling memagut, saling memasuki
: Kau dan aku
Segala dan semua menjadi kemabukan
Keakuan luruh

Seperti sore ini, di antara garis-garis gerimis
Di tikungan jalan
Biasa kau atau aku menunggu
Baju biru, payung merah jambu
Dibalut kerudung kebiruan itu
Cahaya memancar dari dalammu
Di antara ada dan tak ada
Tinggallah kerling matamu terpahat di langit
Di antara garis-garis gerimis
Aku menjerit tanpa bahasa
Aku tak tahu lagi kepedihan
Segala anggur kemarin yang kautuang
Memabukkanku
Semua yang bernama kebahagiaan
Kuyakin tak mungkin berbunga luka?
Aku tak tahu lagi, tapi merasai

Aku mencintaimu dengan cinta
Cinta yang menarik semua aku
Cinta yang sembunyikan aku di balik kecantikanmu
Aku tak tahu lagi, tapi menghayati

Seperti sore ini, di antara garis-garis gerimis
Di saat tertulis puisi di lipatan lidah
Barangkali maklumi hasrat besar padamu
Kau isyaratkan kerlingan
Di mana aku? Siapa aku?
Gairah seluruh cinta memenuh
Tersebab sabdamu.

2003
Puisi: Gendam Gerimis
Puisi: Gendam Gerimis
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Mustiar AR

Post A Comment:

0 comments: