Puisi: Honey-Moon Karya: Abdul Wachid B. S.
Honey-Moon

yang terpercik di ranjang
bukan darah tersia sayang
mawar tumbuh di antara
desir angin dan nafasnya

sprei suci enggan mencuci
ada jerit kecil indah
pada kali pertama
kekasih gemetar menjamah

di kuntum merahnya
mata tengadah pasrah
ada alir air
menembus celah

maka mawar tanggal
dipangku rerumputan
tabir fajar membuka
di pangkuan kekasih.

2001
Puisi: Honey-Moon
Puisi: Honey-Moon
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Gombal

Post A Comment:

0 comments: