Puisi: Oase di tengah Jazirah Karya: Abdul Wachid B. S.
Oase di tengah Jazirah

gajah-gajah abrohahkah yang kembali
menjeritkan kematian?
di jazirah, di kota tua makkah
tangis kelahiran itu nyaring ke pendengaran
adzan semesta kembali membuka dunia

lalu beribu shalawat para malaikat
menyingkap kelambu langit yang pekat
lalu burung-burung ababil berhamburan
menyemburkan kerikil, adalah bara yang
bertumbuhan di kepala mereka
tapi, bagi bayi akhir nabi
ia ngucap doa semata

gajah-gajah abrohahkah yang kembali
ngepung jazirah itu?
mata mereka nanar
mengincar dara-dara dan dinar
lalu mereka pun runtuh hanya buat debu, dan debu
sedang langit tunduk
sedang pohon-pohon kurma merunduk
sedang kafilah onta pun terduduk
di jazirah, di kota tua makkah
dari rumah yang mendekat pada ka’bah
dari rahim bunda siti aminah
nyaring ayat kelahiran itu ke pendengaran insan
lalu kembali mendekap langit pada bumi yang
sepulang isa, lima abad disumbat berhala

tapi, abad-abad telah jauh terlewat
orang-orang menutup pintu dan hati
bagi kasidah kelahiran
dan sepi lagi mendesak di sini
dan gajah-gajah abrohah itu pun kembali gemuruh
dan menjarah kemari sepagi ini

tapi abad-abad pun akan terlewat
orang-orang merenung terkenang
nabi dan akhir nabi pernah lewat
lorong-lorong makkah
dan menggubah sejarah
dengan doa airmata yang terus membasah

“muhammad, kekasih
airmatamu itu oase
yang menggenang di tengah jazirah
dan melepas dahaga umat”

1993
Puisi: Oase di tengah Jazirah
Puisi: Oase di tengah Jazirah
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Ibu

Post A Comment:

0 comments: