Puisi: Pematang Kita Karya: Abdul Wachid B. S.
Pematang Kita

Pematang itu masih utuh
Ada dam. Gejolak diredam
Saat itu tengah bulan jatuh
Nafasmu, lava yang dalam

Pematang itu berlindung malam
Nunggu orang. Suara-suara direndam
Saat itu tubuh saling sentuh
Di rerumputan, pakaian angin luruh

Pematang itu, dam itu
Angin itu, jalanan waktu
Kemegahan percintaan dinyalai cahaya
Teranglah badan-sukma kita

Pematang itu, hari-hari menempuh
Ada dam. Sungai bandang
Hari-hari membentang jauh
Kau di seberang aku di seberang

Pematang itu masih utuh
Meliuk-liuk mencari hari
Di dalam hati : Cinta 
Mengabadikan yang tiada.

2003
Puisi: Pematang Kita
Puisi: Pematang Kita
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Gunoto Saparie

Post A Comment:

0 comments: