Puisi: Rumah Cahaya Karya: Abdul Wachid B. S.
Rumah Cahaya

kesendirian rumah cahaya inilah yang bangkit
mendekap manusiaku yang selalu pergi
di dalamnya tergaung adzan kefakiran
apakah pasar dunia telah usai di sini?
yang batas tawa manusiamu; dan sunyi yang nyanyi
yang tegakkan sujud airmata
yang di dalamnya mengalir malaikat seperti
sungai waktu, menangisi pelayaran manusiamu
melewati pelabuhan-pelabuhan
ke sebelah barat benak dunia
o, panorama alam benda!

kesendirian rumah cahaya inilah yang bangkit
mendekap bumi manusiaku yang begitu sibuk
yang di kotanya
menyalalah konser perempuan, menari-nari
dibalut tipis pakaian musim panas
di trotoar
bunga yang terselip payudara
telah hilang wangi kasih-sayang
aih! surga sungguh menjelma di hadapan
dalam fantasia kota malam, begitu temaram
begitu megah dan mengerikan
apakah pasar dunia tanpa tiang akhir?
orang datang orang pergi tanpa
manusia

kesendirian rumah cahaya inilah yang 
bangkit, mendirikan tangga-tangga langit
di tengah pasar
mengadzankan manusiamu
ya manusiaku, sampai
ke sebelah barat benak dunia manusia kita.

1992
Puisi: Rumah Cahaya
Puisi: Rumah Cahaya
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Sedih untuk Ayah

Post A Comment:

0 comments: