Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Seekor Domba

Seekor Domba

seekor domba datang dari masakecil
mengembik di antara batu-batu
lelaki itu heran, bukankah padang rumput hijau
lama lenyap dari pandang, menggigil ia
di antara gantungan-gantungan tangan buskota

tapi tetes darah domba amisnya sampai ke mimpi
ia tak mengerti, bagaimana mungkin
berpuluh kemarau deras angin menghalau kemari
: sebuah rumah kecil, menjorok ke kali
di satu ruang kartonnya, ia disengat dingin

“Gusti, Tuhannya ibrahim,
domba ini tersesat pulang!”

1997
Puisi: Seekor Domba
Puisi: Seekor Domba
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Malam

Artikel Menarik Lainnya:

0 Comments:

Posting Komentar

close