Puasa Puisi

puasa puisi yang
menahan diri dari berpori-pori rasa ingin
hutan jati di musim kemarau mengugurkan daunnya
semak-semak terbakar terlihatlah ular-ular
lemak-lemak terbakar hingga kau aku akan saksikan
betapa ketika tubuh lemas
ruhlah yang akan berjaga bebas

puasa puisi yang
menjadikan indera kau aku bermata awas
tersebab badan patiraga bersemedi
jantung memancar alir darah
semua bagian tubuh menjadi bertenaga ruh
jiwa setia berjaga
segala yang tak teraba oleh mata

puasa puisi yang
setiap mata kau aku memandang
takjub heran betapa megahnya
manusia
kita.

Yogyakarta, 30 Juni 2014
Puasa Puisi
Puisi: Puasa Puisi
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta

Post A Comment:

0 comments: