Kacamata

kacamata itu kurasa tidaklah hilang
tetapi ia di mana? kutelusuri jejaknya antara
jalan rumah jalan simpang
tak ada bekasnya, tetapi ia terasa ada

sejak mata ini membutuhkan kaca itu
ada yang tersambung
ada yang selalu menghubung
awalnya samar ragu, lama-lama tertuju

tergantung kepadanya
bergantung dari mata ke telinga
bahkan batin terasa juga hunjamnya
tetapi mata ini menjadi nyata

lalu segala sesuatu menjelma indah
bahkan kemegahan nyaris sempurna
manusia datang manusia pergi, gelisah
di sebuah taman, dunia

sekalipun kupunya dua kacamata
hilang yang ini hilanglah yang itu
keduanya menyambung pandangku
agar malam terasa tidak jelaga

biar siang terasa terang
tetapi, gemuruh hujan telah membuatku tergesa
dan kacamata itu, mungkin saja terjatuh, hilang
kutelusuri jejaknya antara

jalan rumah jalan simpang
tidak ada jejaknya, tetapi ia mengekal ada
hilang yang ini hilanglah yang itu
keduanya menjelma menjadi mataku.

1 januari 2013
Puisi: Kacamata
Puisi: Kacamata
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta

Post A Comment:

0 comments: