Puisi: Sepeninggal Ibu Karya: Abdul Wachid B. S.
Sepeninggal Ibu

kusapa perempuan di jalannya
tidak sebagai kemarin: mata
bunga biru kehijauan
lengkung alis rembulan limabelasan
mancung hidung mancung dada membusung
pinggang menari dipegang kendali
kuda betina dipacu di padang gelanggang

kusapa perempuan sebagai matahari
terbit ke esok hari: cahaya
menembus jendela kamar
pandang ke cakrawala dengan sabar
harapan dan doadoa yang
tidak berkesudahan

memang indah tubuh
tetapi megah ruh
akan tiada henti menari
hingga megatruh

sekalipun matahari terasa senja di jalannya
matahari toh akan tenggelam di hari rabu
seperti lingsirnya nenekmoyangku : di jalanku
kusapa setiap perempuan sebagai ibu.

Yogyakarta, 2 januari 2016
Puisi: Sepeninggal Ibu
Puisi: Sepeninggal Ibu
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Rini Intama

Post A Comment:

0 comments: