Puisi: Wajah Wudlu Karya: Abdul Wachid B. S.
Wajah Wudlu

setiap membasuh wajah dengan air wudlu
setiap itu pula bersyahadatlah hati
yang meyakini kutinggalkan dosa-dosa
yang berharap pada doa-doa

betapa hati bagai kapal selam yang
kadang melaju di permukaan
kerap tenggelam di tengah gelap
selalu terpuruk ke dasar makar

maka kuperbarui niatan
agar tuhan punya alasan
untuk curahkan belas-kasih
hingga hidup hamba tidaklah tersisih

tetapi selalu saja hamba lupa
tersesat jalan pulang
tersesat di dalam terang
tetapi paduka senantiasa maha

berterimakasih kepada manusia yang
bersyukur runduk berjalan
menapaki hari-hari
tanpa hati yang sepi

doa-doa menjelma menjadi kupu-kupu yang
kepaknya abadi, berterbangan dari bibir mawar
hingga kelak anak-turun tersentuh oleh hyang
dengan kemuliaan di antara orang datang

orang pergi, tetapi manusia kau aku tidaklah pergi
jiwa yang senantiasa berjaga
raga yang senantiasa menjaga
wajah abadi.

Yogyakarta, 12 Juli 2014
Puisi: Wajah Wudlu
Puisi: Wajah Wudlu
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta

Post A Comment:

0 comments: