Ode I

katanya, kalau sekarang aku harus berangkat
kuberi pacarku peluk penghabisan yang berat
aku besok bisa mati, kemudian diam-diam
aku mengendap di balik sendat kemerdekaan dan malam

malam begini beku, dimanakah tempat terindah
buat hatiku yang terulur padamu megap dan megah
O, tanah
tanahku yang baru terjaga

malam begini sepi dimanakah tempat yang terbaik
buat peluru pistol di balik baju cabik 
O, tanah di mana mesra terpendam rindu
kemerdekaan yang mengembara kemana saja

ingin aku menyanyi kecil, tahu betapa tersandarnya
engkau pada pilar derita, megah napasku di gang tua
menuju kubu musuh di kota sana
aku tak sempat hitung langkahku bagi jarak

mungkin pacarku kan berpaling
dari wajahku yang terpaku pada dinding
tapi jam tua, betapa pelan detiknya kudengar juga 
di tengah malam yang begini beku

teringat betapa pernyataan sangat tebalnya 
coretan-coretan merah pada tembok tua 
betapa lemahnya jari untuk memetik bedil 
membesarkan hatimu yang baru terjaga

Kalau serang aku harus ergi, aku hanya tahu 
kawan-kawanku akan terus maju 
tak berpaling dari kenangan pada dinding 
O, tanah dimana tempat yang terbaik buat hati dan hidupku

Oktober, 1956
Puisi: Ode I
Puisi: Ode I
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Baca juga: Kumpulan Contoh Syair Jaman Dulu

Post A Comment:

0 comments: