Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Fantasma Aquarel (Karya Arif Bagus Prasetyo)

|
Fantasma Aquarel


Liat dan telanjang
lebih ringan dari burung
ia turun.

Kolam gemetar. Cahaya gentar.
Seakan jam tergelincir
memasuki mulut air.

Sisa sayap dari lilin
mengirimkan harum tamarin
ke tidur hutan terbius hujan.

Hutan hujan. Di jantungnya aku belajar
membenci hidup. Berlumur lumpur mengintai mangsa.
Menunggu. Berlumut. Sekarat di habitat yang terendam.

Sesekali langit iba dan menggugurkan
bintang-bintangnya. Sosok sintal itu turun
menabur fosfor ke perairan.

Cahaya berdebur memuntir
ganggang-ganggang gasang dan meriang.
Siul siluman dan kelakar ular-ularnya.

Tunggu. Sesaat lagi ia menghilang.
Arus mendenguskan pusar. Buih memerah
dan rahangku akan rengat

merenggutnya.
Riak menghapuskan akhir.
Jam tertidur dalam air.

2002

Puisi: Fantasma Aquarel
Puisi: Fantasma Aquarel
Karya: Arif Bagus Prasetyo

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar