Rajin Menabung
(Buat Mohamad Hatta)

Ibu menyirami tanaman setiap sore. Aku senang melihatnya.
Jari-jarinya bercahaya seperti kemerdekaan yang lahir dari nafasku.
Daun-daun ingin hidup abadi bersama tanah dan sejarah
Semua menyayangi tanah dan air, semua adalah darah yang berpelukan
Karena Kakek tak pernah menghancurkan plakat perdamaian
tapi ulat bulu yang mengkrikitinya hingga kalimat dalam plakat menjadi kepingan sampah
anak-anak benci pada ulat bulu karena mereka datang dari sebuah dunia yang miskin dan pelit

suatu hari kita akan menjadi besi yang lentur dan harum
besi yang berlapis emas pengetahuan yang berjalan tegap seperti mercusuar
kita akan memberi makan ulat-ulat bulu dan mengajari kebaikan
perasaan dan pikiran kita akan terbang tak mendekam dipojok museum

ibu masih menyiram bunga ketika aku datang dengan bendi roda dua
kubawakan setangkai cerita yang akan menemani tidurnya nanti
ku tunggu halaman rumah hingga basah dan gunung-gunung akan menemaniku
berbicara pada serangga, batu, daun, meja kursi dan hasil bumi.
Aku akan bercerita tantang bendera yang berkibar-kibar
Aku akan menyimpan nafas dan keringat untuk pertemuan di meja bundar

Di halaman rumah, ibu selalu menyiramiku sebab aku adalah tanah tempat semua berada
Tanah yang menabung nafas, doa, keberanian, ketulusan, kepalan tangan dan perjalanan.

Halo ibu...
kini aku bisa mencipta kemerdekaan bersama teman-temanku karena aku rajin menabung...

April, 2013
Puisi: Rajin Menabung
Puisi: Rajin Menabung
Karya: Andy Sri Wahyudi

Baca Juga: Kumpulan Puisi tentang Sungai
Loading...

Post A Comment:

0 comments: