Seekor Dingin

Seekor dingin melata di balik jangat
Taring cakarnya berasal dari segala bisa
Runcing matanya. Lembut lidahnya

Dipungutnya yang menetes
dari senggama ruang dan cahaya
Yang luput menjadi kata
besar dalam asuhannya

Seekor dingin melata di pembuluh kata
Taring cakarnya merambat, memilin
Sebelum usai ciuman dan senggama

Runcing matanya
Lembut lidahnya.

2015
Puisi: Seekor Dingin
Puisi: Seekor Dingin
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: