Kau dan Sepatu

serampung pertempuran
plus perjalanan malam
mungkin kini kau lelap
membawa sepatumu
karena alas kaki itu pun
memerlukan tidur

kedua bibirmu bersampul merah
masih tertutup, padahal segaris
tanda tangan masih melekat
di situ - juga tanggal
dan waktu menggaris
panjang seperti coretan
di tubuh sungai -

ingin kau simpan
jadi peta kembara?

dan esok rahimmu berkata
akan kau tunjukkan kedua bibirmu
bersampul merah
sebagai peristiwa

di sana tertera jelas
setiap huruf dan lima angka
yang tak pernah kaulupa
sebab sudah jadi tenaga

untuk pulang...
16 Januari 2011
Puisi: Kau dan Sepatu
Puisi: Kau dan Sepatu
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Puisi tentang Sahabat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: