Puisi: Dari Tumpukan Kalender (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Dari Tumpukan Kalender

aku menemukanmu di antara tumpukan kalender, tahun yang jauh
dari milikmu. sesiang yang penuh matahari. di halaman
depan, sebuah kursi tua, sepiring pempek model dan segelas
kopi hitam. –seperti kopi kesukaan para abang becak, candamu - sambil
menelepon teman permainan,

janji nonton film di 21 malamnya: “aku ikut kalau kau perkenankan,
dan tiga lembar tiket akan kupesan,” aku berharap agar bisa lagi
bersamamu.

(sayang tiket sudah habis, dan kau tetap sumringah). seperti ingin
mengajakku berkeliling supermarket ini, tapi di sini tak bisa banyak waktu
dan tempat santai.
kemudian aku mengajakmu ke kafe, kau pun
mengangguk. “tunggu aku di sana, pesan meja untuk tiga kursi. juga menu
makanan,” katamu. hanya aku belum hafal menu kesukaanmu

“tunggu saja aku di kafe. aku pasti datang.”

(selepas menikmati kudapan dan minuman, aku mengajakmu pulang
bersama. dan kau biarkan temanmu, lalu memilihku untuk pulang bersama
menembus malam…)

2009
Puisi: Dari Tumpukan Kalender
Puisi: Dari Tumpukan Kalender
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Puisi Lama dan Puisi Baru
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar