Hutan Damar

untuk sebuah perkenalan perkenankan lampu-lampu itu menjaga malam
hingga fajar. sepanjang waktu surat-surat berputar dari tangan ke tangan,
hatimu bercahaya? di terangi wangi damar, malam merangkak sampai
rangka. mencatat tiap getar hati yang berdendang

meja penuh sampah: kulit kacang, sisa rokok, pembungkus yang telah
telanjang. “ayo mana dendangmu. jangan mendendam jika cintamu
tak beremu. kirim lagi surat sebanyak-banyaknya, mungkin kau dapati
jodoh di hutan damar.”

kalau tidak basuh dirimu di sungai yang mengalirkan wangi melati,
pengganti cinta yang pergi. “siapa belum nyubuk?”
ambil kain sarung, sadap getah wanginya.


Wayheni 2007, Tanjungkarang 2008
Puisi: Hutan Damar
Puisi: Hutan Damar
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Berita Wisata Indonesia
Loading...

Post A Comment:

0 comments: