Idul Fitri

saat ramadan rampung
masjid-masjid kembali lengang
waktunya aku bimbang:
apakah aku sampai puasa tahun depan
kembali menyesaki masjid
salat wajib dan tarawih berjamaah
mentadaruskan ayat-ayat quran
dan iktikaf yang dulu pernah kuabaikan

bila bulan menenggelamkan ramadan
diganti senja yang terbentang
aku siap-siap memburu menang
merapikan pakaian
menyiapkan setumpuk kalimat
santun sepenuh pantun
dan takbir yang kukumandangkan
sejak malam ini hingga pagi
di tanah lapang yang fitri
adalah hujan di hatiku

allahu akbar
la ila ha ilallah
wallahu akbar

hanya kebesaran-Mu ya Allah kusebut-kusebut
hanya kasihsayang-Mu ya Allah kubagi-bagikan
hanya tutur santun-Mu ya Allah kusalamkan

sejak ini malam kucampakkan hati nan sombong
sejak ini waktu kusampahkan rasa bakhil
sejak ini malam kutaburkan salam-kasih ke sesama

dengan segenap sisa puasaku di bulan tamadan
tak akan kukotori lagi dengan bakhil dan dengki
sebab bagaikan taman, aku akan sirami
agar sejuk dan berkembang
jadi bunga-bunga setaman nan beraroma

karena lidah muslim ialah kalimat-kalimat ilahi
karena tangan muslim ialah bunga setaman
bagi kumbang hingga rindu berteman

allahu akbar allahu akbar
walilah hilhamd

segala kebesaran-Mu
kini kutakbirkan
segala kesucian-Mu
sekarang kutasbihkan
segala kekuasaan-Mu
hanya untuk melindungi hamba
segala kasihsayang-Mu
kubagi-bagi pada fakir dan miskin
segala kekayaan-Mu
adalah juga milik hamba-sahaya

sebab itu, ya Allah, aku tak punya hak
merampas, merampok, atau mencurinya
maka taburkan kemakmuran-Mu
di bumi ini, bumi yang Engkau restui

di malam Idul Fitri ini
aku bermunajat pada-Mu
limpahkan sabar yang Kausebarkan
kepada hamba-Mu yang beriman
tinggikan derajat hamba
di hadapan musuh-musuh-Mu
dan setarakan marwah hamba
di hadapan sesama-seiman
hingga yang ada hanya saling
mengasih dan menyayangi...

allahu akbar
walillah hilhamd

28 Ramadhan 1431
Puisi: Idul Fitri
Puisi: Idul Fitri
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Portal Wisata Indonesia
Loading...

Post A Comment:

0 comments: