Mantra Kematian

O, aku sudah melangkah ke masjid, gereja, pura, dan wihara
Tak kudapati sebuah pun kitab yang mendidik saling tusuk dan tembak
jua membunuh
Lalu kubalik lembaran qur’an, injil, taurat, dan zabur, yang katanya menyimpan ajaran kehidupan dan ajaran kematian
Semua melarang bunuh diri
Tapi mengapa di kampungku masih ada dendang saling bunuh?
O, dengarlah mantraku
Hong kemba kusipak kusalah
Salahlah mata mengambil lihat
Salahlah hidung punya hidu
Salahlah mulut miliki ucap
Salah pula telinga mendengar mau

O, kutahu tangan terlalu pendek menjangkau pekat
Kaki menyendat saat mencari tuju
Hanya kalbu yang mampu itu
Jika saling bunuh dilarang agama, saling tikam ditegah tuhan
Mengapa ada perang?
Jua bila bunuh diri tak ada perintah
mengapa pemuda dan gadis itu gantung diri?
Mengapa ada suara senapan?
“menghukum tersangka,” katanya
Apakah hukum telah dibeli dari tuhan atau ajaran kematian salah ditulis kitab
Atau Isa dan Muhammad lupa suatu ajaran
Bahwa maut kemutlakan tuhan?

O, inilah mantra itu
Sebab dari aku ajal dari tuhan
Kusebabkan segala kematian
Tertariklah nyawa dari regangnya
Tercabutlah roh dari ghaibnya

Dan.. Tuhan Bapa
Tuhan Allah
Izrail
Menganga
Subhanahuwata’ala di sini berada.

Aceh, Jumat malam, 17 Juli 2008
Puisi: Mantra Kematian
Puisi: Mantra Kematian
Karya: Herman RN

Baca Juga: Kumpulan Puisi Bertema Kupu-kupu

Post A Comment:

0 comments: