Puisi: Matahari Terbit di Keningku Petang ini Karya: Isbedy Stiawan ZS
Matahari Terbit di Keningku Petang ini

lihatlah kini matahari sudah berada di keningku
dari cahaya yang kau datangkan petang ini
- di laman ini - setelah beberapa hari awan
menyembunyikanmu, atau cuaca yang datang
membuatmu hilang dari pandang

kini aku mengunjungimu lagi *), katamu
sambil mengingatkan tentang angka-angka
yang hanya kita memahaminya. sebab jemari-jemari
inilah yang telah mengukir: di ruang, di lelampu,
di siang berhujan atau panas. mungkin juga di pasir
yang telah menenggelamkan ujung kakiku **), bisikmu
selagi siang penuh mendung di kotaku

tapi, kau tahu, keningku sudah tak lagi penuh
awan hitam. matahari terbit di sana, dari cahaya
yang kau datangkan siang ini. aku pun bercahaya,
dan kalian membasuh di sana. ingin pula berpendar-
pendar. ingin menjadi cahaya bagi perempuan
yang mungkin tersasar datang

padahal cahaya itu sudah lama kaupatri di keningku?

aku kini melenggang di taman-taman bagi pertemuan
tak lagi menunggu, sebab kau sudah bertamu: membawakan
pasir dari pantai yang dulu kita bertamu. dan kau memintaku
mencatat lagi pertemuan pada bulan berikut: "lingkari dengan
pena bertinta merah agar kita tak lupa," pesanmu

lalu kau patahkan tiap jarak
dan aku menghimpunnya jadi pertemuan

22/02/2011: Jam 16.17

*) dikutip dari puisi Alya Salaisha
**) idem
Puisi: Matahari Terbit di Keningku Petang ini
Puisi: Matahari Terbit di Keningku Petang ini
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Puisi Persahabatan

Post A Comment:

0 comments: