Merak Selasih

mengembang lunglai di peratas putih
menyulut lirih napas dihela
sayapnya terkatup menuai risih
liur tak berbuih kata dieja

saban tahun berganti bersih
sebulan tak lebih orang puasa
lima waktu tambah tarawih
mulut bertasbih setiap kala

lihat pelapon tiada berdalih
umpama buih mengenang dosa
keluh sesal dihimpun rintih
mengingat tersisih di yaumil mashya

o merak di pokok selasih
ke mana kau simpan sayap merah saga
pada muka kertas belatih
tatap menatih di alif ba ta

bila sampai bulan fitri 
mengatup jari dekap di dada
riwayat salam dihitung peri
salawat nabi tiada terlupa

kala usai bulan berganti
berlalu pergi tiada cela
amal laksana tiga puluh hari
insaf diri entah sampai bila.

Pattani, Juni 2014
Puisi Merak Selasih
Puisi: Merak Selasih
Karya: Herman RN

Baca Juga: Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: