Puisi: Perahu Menyeberangkanmu Karya: Isbedy Stiawan ZS
Perahu Menyeberangkanmu

Jika kau akan sampai ke rumahku, masuklah dari pintu yang kau suka
aku akan setia menunggu sambil sesekali menerbangkan daun-daun
sebelum tiba di tanah. itulah awal mengapa maut disebut terbang
dan kematian bagai mengambang. perahu-perahu lalu berselancar
di setiap riak ombak. sentuh dan hiruplah buih yang kausangka
susu itu. kecuplah setiap ranting mengapung yang dulu nenek
moyangmu ceritakan sebagai bidadari,

tapi di bumi yang tak lagi subur ini, apakah masih ada
surga? seperti susu ibu habis diperah dan kau kirim entah ke mana!

Pasti kau kecewa kemudian meninggalkan bumi ini, cuma di tanah
mana kau jadi tamu? lalu dicambuk beratuskali sebelum namamu
dicatat agar tak lagi datang. dengan perahu-perahu kau pun diseberangkan:

“nenekmoyangku seorang pelaut, gemar mengarungi
luas samudera, tak takut...”

bagaimana bisa kau menyeberangi lautan, tapi bukan sebagai
pelaut? di lambung perahu kau merintih perih, mengintip ke luas
samudera: “aku bukan cucu seorang pelaut,
aku pencari kerja di negeri orang
tapi dicambuk dan dipulangkan
sebab tiada alamat dan tanda yang terang,” katamu

tubuhmu membiru. ada kilatan-kilatan di kulitmu pertanda hujan
menggenapkan hari-harimu.

2007-2008
Puisi: Perahu Menyeberangkanmu
Puisi: Perahu Menyeberangkanmu
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Artikel tentang Tempat Wisata
Loading...

Post A Comment:

0 comments: