Puisi: Perempuanku, Karena Jalan-jalan Sudah Lengang, Apakah Kau Ingin Membangun Pertemuan?

Perempuanku, Karena Jalan-jalan Sudah Lengang, Apakah Kau Ingin Membangun Pertemuan?

karenamu, perempuanku, aku tetap menjadikan siang adalah perahu menuju bandar-bandar
untuk mengangkut dan membongkar setiap keluh.          percayalah, perempuanku, tak benar
aku akan meninggalkan namamu di ujung dermaga, kemudian camar membawamu pergi jauh
tak lagi bersauh                                    - apatah lagi, kau sudah berada di kota ini, sebuah
kota beraroma kopi dan dipenuhi ruko, tanpa alun-alun, selain baleho di seluruh trotoar
                    menjadi iklan penyedap politik, promosi mengabadikan jabatan:

tapi, perempuanku, kau adalah baleho-baleho itu. tersenyum sambil memegang pasta gigi,
botol sampho, dan sebuah handphone yang menunggu pesan pendek dari sejumlah kolega: para
lelaki sepi ingin berbagi. "cinta? aku tak lagi punya. sejak kau memberi sekuntum bunga," tandasmu
meski para lelaki tetap menantimu               seperti ingin membagi kesepian

aku tahu, seperti katamu perempuanku, sepimu sudah dititipkan padaku. karena itu kau tak ingin
menerima ataukah menawarkan kesepian orang lain untuk kau simpan. cukuplah kau, bisikmu.

perempuanku, karena jalan-jalan sudah lengang, apakah kau ingin membangun pertemuan?

01/03/2011: Jam 19:06

Puisi: Perempuanku, Karena Jalan-jalan Sudah Lengang
Puisi: Perempuanku, Karena Jalan-jalan Sudah Lengang, Apakah Kau Ingin Membangun Pertemuan?
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Persahabatan
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar