Puisi: Ramai Sekali Orang Mengajakku Berbincang Karya: Arafat Nur
Ramai Sekali Orang Mengajakku Berbincang

Akhir-akhir ini orang-orang sering
melihatku berbicara sendiri. Sama sekali
itu tidak benar. Aku tak pernah bercakap-
cakap seorang diri seperti orang gila.

Di dalam diriku ramai sekali orang yang
mengajakku berbincang macam-macam.
Mereka mengajukan berbagai pertanyaan
yang tidak semuanya kutemukan jawaban
sampai-sampai aku kerap melupakan
janji menemui kekasihku yang lama
menunggu di taman.

Dengan mereka aku membahas
banyak hal tentang hidup yang pada
akhirnya harus mati; kenapa keajaiban
hidup ini tidak menakjubkan lagi; kenapa
orang-orang enggan membaca novel, puisi,
dan buku-buku, seolah benda itu sangat
berbahaya dan bisa membunuh manusia.

Di dalam diriku, kami menelaah
soal agama, politik, sastra, dan tonggak
filsafat yang tersembunyi di balik celana.
Juga perihal benda sejarah yang tetap
kenyal mendekam dalam kutang.

Aku menulis puisi dari orang-orang
dalam diriku yang membisikkan kata
perkata ke telinga. Bila tak ada petunjuk,
sesekali aku memandang langit, berharap
awan dan hujan menjatuhkan ilham.

Ribuan puisi telah kumamah dari
berbagai buku para penyair hebat
dunia yang tak kuingat lagi namanya.
Mengingat nama-nama mereka membuat
pikiranku sakit.

Aku menulis puisi sebagai hiburan.
Bukan kerumitan yang membuat
pikiranmu tambah tegang.

Puisi: Ramai Sekali Orang Mengajakku Berbincang
Puisi: Ramai Sekali Orang Mengajakku Berbincang
Karya: Arafat Nur

Baca Juga: Puisi Ibu
Loading...

Post A Comment:

0 comments: