Puisi: Sebenarnya Ingin Kukatakan itu Karya: Isbedy Stiawan ZS
Sebenarnya Ingin Kukatakan itu

"aku hendak pulang," katamu. kau berkemas dan merapikan rambutmu
yang panjang. lalu cermin di tepi ranjang mengabur. lampu yang
tadinya berwarna remang, kini benderang. tak perlu senyuman,
apalagi sebuah kecupan. wajahmu bagai para pemain film-film horor,
jika kau pasangkan sejak tadi mungkin aku sudah lari. atau masuk
ke kamar mandi. tak akan keluar hingga aku jadi akar

"waktuku sudah habis," ujarmu. makin bergegas ke depan pintu,
dan cermin yang semula mengabur kini makin buram. lampu semakin
memancarkan terangnya. membelai tubuhku yang masih telanjang
dada. lalu kau letakkan sebuah benda, sangat mengkilat, di dadaku. kau
pun berujar: "ongkosmu untuk kencan hari ini..." kau pun beranjak

aku terkesima. mataku sebentar menatap cairan merah mancur dari
dadaku. kemudian terkatup. terbenam untuk beberapa lama
di kamar ini. di bawah lampu bercahaya terang. cermin buram. dan
ranjang tak lagi berdetak. sprei kusut. "kau tak pernah tahu,
sesungguhnya aku sudah lebih dulu dijemput. sebelum kau tutup
pintu kamar ini," kataku. sebenarnya ingin kukatakan itu, kalau saja
                                                     aku dihidupkan kembali...
18/04/2011
Puisi: Sebenarnya Ingin Kukatakan itu
Puisi: Sebenarnya Ingin Kukatakan itu
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan 1001 Fakta
Loading...

Post A Comment:

0 comments: