Puisi: Selalu Teringat Kalimat Keramat Karya: Isbedy Stiawan ZS
Selalu Teringat Kalimat Keramat

selalu teringat pada kalimat-kalimat keramat
setiap kali muntah dari bibirmu bersama pacu erang
dalam selimut temaram ruang. aku tahu itulah gairahmu,
itulah garangku. "berapa kau mau?"

terbentang sepuluh atau tiga belas tangga. kita pun ingin
terus mendaki hingga ke langit. menuntaskan hasrat. meski

kita baru mencapai lima dan tujuh anaktangga
dan sesekali mengeringkan peluh yang telah bercampur
di seluruh dada dan pusar kita: "sebaiknya sisakan peluh
ini untuk ia kembali mengisahkan di masa datang," bisikku
lalu kau gali lagi keringat dari tubuh dengan paling hasrat

akulah kuda, katamu, lajukan pacu. lari kencang. di sabana ini
tak ada lagi penghalang, maka usah bimbang. tak ada sipir
maka jangan gunakan sihir. karena tanpa jampi pun aku
sudah luluh padamu. - karena puisimu? -

aku mampu pergi darimu, aku akan mampu:
tapi peluh kita telah menyatu, sudah menyungai di remang
ruang ini. di lampu temaram. di cermin yang tak lagi
jelas siapa wajah di sana. kecuali wajah kita yang
sudah hampir sama. segaris cinta yang tergambar

"kau tak akan mampu pergi," desismu
"bagaimana bisa aku menjauh?" aku pulangkan tanya
"sebab peluh ini telah mengekal di tubuh," lanjutmu
"aku tersasar oleh keringat," kataku

bagaimana kau bisa pergi?

siapa akan menjauh?
01/02/11; 10:26
Puisi: Selalu Teringat Kalimat Keramat
Puisi: Selalu Teringat Kalimat Keramat
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Puisi Persahabatan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: